Seperempat Abad

Tanpa sadar saya telah berada di area seperempat abad. Area yang saya anggap sakral sehingga mampu membuat detak jantung sedikit tidak beraturan ketika hampir mendarat di tapaknya. Rasanya seperti mimpi ketika saya mampu sampai ke tahap ini. Tahap seperempat abad yang entah kenapa begitu misterius bagi saya.

Terimakasih Tuhan karena telah mengizinkan saya sampai pada tahap ini. Terimakasih juga karena satu tahun kemarin, ketika saya menyelami warna warni 24, saya diberikan begitu banyak jalan untuk merancang ulang hidup saya. Selama satu tahun itu hampir tidak ada hal yang mampu membuat saya menyesal. Semua seperti sebuah skenario yang sudah lama saya impikan. Namun, di area 25 ini saya tidak memimpikan skenario apa pun. Saya hanya ingin menciptakan kesalahan-kesalahan dan mencoba belajar dari sana. Dan yang terpenting, saya ingin keluar dari zona aman yang selama ini telah membesarkan saya. Sedikit menghirup udara bebas.

Comments

Popular Posts