Selamat Datang 2016 :)

Fondue coklat bersama apel dan buah naga. Manis :)
Semalam saya melewatkan pergantian tahun di rumah seorang karib. Itu juga tidak sengaja. Awalnya saya hanya datang untuk menyalin sebuah film yang akan ditonton guna menghabiskan waktu jelang tahun baru. Tapi ternyata mendadak mendapat tawaran untuk bakar gurameh dan fondue coklat dengan cocolan buah segar. Siapa yang sanggup menolak jika sudah begitu :)

Ikan bakar gurameh bersama nasi yang tersaji di atas daun pisang kami santap bersama. Selepas itu fondue coklat menjadi hidangan penutup yang manis namun menyegarkan. Bunyi petasan kembang api memanggil kami keluar. Lihat ke barat, timur, dan utara, langit dipenuhi cahaya indah hasil karya manusia. Tontonan gratis ini kami nikmati di tepi sawah jauh dari kerumunan orang. Ah, perlahan perasaan bahagia menyusup ke dalam hati. Mungkin ini pertanda baik di awal tahun. Sekitar 30 menit di awal hari baru di tahun yang baru saya pulang ke rumah dengan suka cita.

Beberapa jam kemudian saya melintasi kawasan Nol Kilometer Jogja. Petugas kebersihan sibuk membereskan sisa pesta semalam. Banyak sekali sampah plastik bungkus kemasan dan juga sampah kresek. Banyak orang masih lalu lalang. Mungkin mereka menuju jalan pulang ke penginapan atau rumah. Saya sendiri menuju Stasiun Tugu untuk menjemput adik.

***
Pagi di hari pembuka tahun disambut dengan hujan ringan. Udara sejuk sejenak meredakan hawa panas yang beberapa hari belakangan ini membayangi Jogja. Selepas itu hujan hanya menyisakan wangi tanah yang selalu saya sukai. Daun talok dan markisa di depan rumah sekilas tampak lebih hijau dan segar. Tak lupa saya panjatkan doa semoga pohon markisa sudi lagi berbuah setelah diterpa cuaca ekstrem bulan-bulan terakhir 2015.

Jelang siang, setelah menyelesaikan urusan persewaan sepeda, kami meluncur ke utara. Tiba waktunya untuk sedikit memanjakan lidah dengan makanan yang hanya bisa dinikmati satu atau dua kali dalam setahun. Di warung sushi itu saya bersama orang-orang terdekat berbagi kisah. Gelak tawa mewarnai percakapan sepanjang makan siang. Selanjutnya dua sendok es krim di kedai dekat Tugu menutup petualangan kuliner hari ini. Hari ini bagi saya sungguh sempurna. Semakin menegaskan pertanda bahwa 2016 bisa jadi tahun yang baik buat saya :)

Di tahun 2016 ini saya tak membuat target resolusi muluk-muluk. Terlebih resolusi untuk satu tahun. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya resolusi di awal tahun hanya menjadi penghias saja. Terlalu sulit dilakukan karena kemalasan tiada tara dari dalam diri. Maka dengan demikian tak ada lagi kata-kata puitis untuk resolusi.

Ketimbang resolusi saya memilih memasang harapan saja. Tentu saja dibarengi dengan mencari jalan agar semakin dekat dengan harapan yang sudah dibuat. Lalu apa yang jadi harapan saya di tahun ini? Saya berharap bisa mengalahkan diri sendiri. Karena sepanjang 2015 saya tak mampu melakukan itu. Akibatnya terlampau banyak kesalahan yang saya lakukan. Mungkin banyak juga korban yang jatuh karena ego yang tak juga bisa diajak bernegosiasi. Dan, saya sungguh tak ingin itu terulang kembali di tahun yang diawali dengan pertanda-pertanda baik ini. Semoga saya bisa mencapai harapan saya. Oh ya, saya juga berharap bisa lebih romantis dalam menulis. Bisa menaburi kata-kata puitis ke dalam tulisan harian saya yang akan tentang apa saja itu. Selamat menjalani hidup di tahun yang baru. Tabik!

[#Hari1 | Yogyakarta, 1 Januari 2015]

Comments

Popular Posts